Museum ini menempati areal tanah seluas 2 hektar, di kampung Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, bangunan inti monumen berarsitektur tradisional Jawa berbentuk Joglo, terdiri pendapa dan pringgitan. Bangunan tersebut derakhir dipugar tahun 1987.
Museum ini sering disebut sebagai munumen Diponegoro karena merupakan bekas rumah kediaman Pangeran Diponegoro seorang bangsawan Kraton Yogyakarta melawan penjajah Belanda antara tahun 1825-1830. Pembangunan museum ini menempati rumah kediaman Pangeran Diponegoro di Tegalrejo, Yogyakarta, dan pada tanggal 9 Agustus 1969 bangunan tahap I telah selesai dibangunan induk dan diresmikan oleh Jendral TNI (Purnawirawan) Soeharto.
Koleksi dari museum Pangeran Diponegoro ini berjumlah 100 buah yang terdiri dari berbagai jenis senjata tradisional seperti, tombak, keris, pedang, panah dan bandil. Koleksi unggulan dari museum ini berupa tembok berlubang (jebol) yang menurut sejarah merupakan tempat meloloskan diri Pangeran Diponegoro dari kepungan kompeni. Juga ada benda-benda yang diperlakukan khusus yaitu peninggalan Sri Hamengku Buwono II yang berasal dari tahun 1752, benda-benda tersebut berupa ketipung (kendang kecil) dan wilahan bonang penembung yang terbuat dari kayu dan perunggu berwarna merah dan kuning.
Museum Sasana Wiratama / Monumen Diponegoro
Jl. HOS Cokroaminoto TR.III/430 Tegalrejo, Yogyakarta
Phone: +62 274 622668.
Museum ini sering disebut sebagai munumen Diponegoro karena merupakan bekas rumah kediaman Pangeran Diponegoro seorang bangsawan Kraton Yogyakarta melawan penjajah Belanda antara tahun 1825-1830. Pembangunan museum ini menempati rumah kediaman Pangeran Diponegoro di Tegalrejo, Yogyakarta, dan pada tanggal 9 Agustus 1969 bangunan tahap I telah selesai dibangunan induk dan diresmikan oleh Jendral TNI (Purnawirawan) Soeharto.
Koleksi dari museum Pangeran Diponegoro ini berjumlah 100 buah yang terdiri dari berbagai jenis senjata tradisional seperti, tombak, keris, pedang, panah dan bandil. Koleksi unggulan dari museum ini berupa tembok berlubang (jebol) yang menurut sejarah merupakan tempat meloloskan diri Pangeran Diponegoro dari kepungan kompeni. Juga ada benda-benda yang diperlakukan khusus yaitu peninggalan Sri Hamengku Buwono II yang berasal dari tahun 1752, benda-benda tersebut berupa ketipung (kendang kecil) dan wilahan bonang penembung yang terbuat dari kayu dan perunggu berwarna merah dan kuning.
Museum Sasana Wiratama / Monumen Diponegoro
Jl. HOS Cokroaminoto TR.III/430 Tegalrejo, Yogyakarta
Phone: +62 274 622668.
No comments:
Post a Comment