Puro Paku Alaman adalah bekas Istana kecil Kadipaten Paku Alaman. Istana ini menjadi tempat tinggal resmi para Pangeran Paku Alam mulai tahun 1813 sampai dengan tahun 1950, ketika pemerintah Negara Bagian Republik Indonesia menjadikan Kadipaten Paku Alaman (bersama-sama Kesultanan Yogyakarta) sebagai sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi yang bernama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Warisan yang dapat disaksikan oleh masyarakat umum adalah yang terdapat dalam museum Paku Alaman. Di antara koleksinya adalah terjemahan perjanjian politik sebagai dasar berdirinya Kadipaten Paku Alaman serta berbagai perjanjian politik lainnya. Selain itu terdapat beberapa pusaka kerajaan (royal heirlooms) diantaranya adalah singgasana KGPA Paku Alam I, payung kebesaran "Songsong Bharad", serta "Songsong Tunggul Naga", Senjata tombak trisula, pakaian kebesaran, serta kereta kuda yang menjadi kendaraan resmi para Pangeran Paku Alam.Atas persetujuan Sri Paku Alam ke VIII, museum yang ada di bawah naungan Bebadan Museum Puro Paku Alaman ini, pada tahun 1981 mulai berbenah diri setelah pemerintah melalui Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah istimewa Yogyakarta memberikan bantuan tenaga konsultan dengan maksud agar museum dapat melaksanakan Inventarisasi dan Katalogisasi benda-benda budaya milik istana Puro Paku Alam yang telah terkumpul di museum.
Museum Puro Paku Alam merupakan museum bercorak khusus yang hanya menggambarkan budaya dan sistem pemerintahan Praja Paku Alaman .
Museum Puro Paku Alaman menempati tiga ruangan di dalam kompleks Puro Paku Alaman di bagian sayap muka sebelah timur. Untuk menuju museum melewati pintu gerbang yang disebut Regol Wiwara Kusuma. Pada bagian atasnya berhiaskan lambang mahkota Praja Paku Alaman, lunglungan tanaman dan angka tahun pembuatannya tanggal 7 Agustus 1884 pada pemerintahan Sri Paku Alam ke V. Di bawah tanggal terdapat tulisan huruf jawa : Wiwara Kusuma Winayang Reka, sebuah semboyan yang berarti Pengayom Keadilan dan Kebijaksanaan.
Koleksi museum Puro Paku Alaman terdiri dari benda-benda bersejarah berupa peralatan perang, peralatan upacara, peralatan masak, kereta-kereta yang pernah digunakan oleh penguasa Puro Paku Alaman, dan naskah-naskah kuno yang ditata di dalam 3 (tiga) ruang pameran tetap. Telepon yang dapat diakses adalah (0274) 562161.
No comments:
Post a Comment